Jumat, 22 Februari 2013

minuman keras


Jenis - jenis minuman keras di bawah ini hanya sekedar informasi jenis - jenis minuman keras sangat banyak jenisnya jenis - jenis minuman keras hanya untuk sekedar pengetahuan dan jangan disalahgunakan, adapaun jenis minuman keras tersebut yaitu :

Bourbon/Wisky
Bourbon adalah sebutan untuk wiski khas Amerika yang dibuat di Bourbon County, Kentucky, Amerika Serikat. Menurut hukum AS, bahan baku bourbon harus paling sedikit terdiri dari 51% jagung, dan selebihnya hingga sekitar 70% adalah gandum dan/atau rye,
serta malt (jelai yang dibuat berkecambah)

Mojito = Kuba

Minuman tradisional asal Kuba ini telah berkembang menjadi salah satu minuman favorit di Amerika. Racikan aslinya terdiri dari rum, daun mint, air berkarbonat, dan jus manis kalengan. Namun, di masa sekarang racikannya sudah dimodifikasi dengan penambahan buah-buahan seperti blueberry, raspberry, peach, dan delima.


2. Sake = Jepang dan China

Sake erat kaitannya dengan keningratan. Minuman berbahan dasar air beras hasil fermentasi ini sering dihidangkan dengan sushi atau penganan Asia lainnya. Sake nikmat disajikan hangat maupun dingin, biasanya disuguhkan dalam sakazuki (cawan kecil datar, seperti tempat saus), ochoko (cawan mungil), atau ditaruh dalam masu (kotak kayu). Sake juga kerap dipakai dalam upacara adat Jepang.
3. Pisco Sour = Peru dan Chile

Minuman keras ini merupakan hasil penyaringan buah anggur, yang diproduksi di Peru dan Chile. Minuman ini dikombinasi dengan brandy, sirup, jus lemon, dan putih telur. Biasanya disajikan dalam gelas anggur model dulu. Di Chile, minuman ini kadang dicampur dengan coke dalam penyajiannya.
4. Brennivin = Islandia

Bila Anda dapat meneguk minuman ini tanpa meringis, berarti Anda lebih kuat dari kebanyakan orang Islandia yang pernah mencicipinya. Minuman keras Skandinavia ini terbuat dari kentang lembek yang difermentasi, dan biji-biji tanaman. Minuman ini biasanya menemani 2 hidangan lezat nan antik seperti rotted shark meat (daging hiu yang dibusukkan lalu dibakar dan dijemur hingga kering supaya racunnya hilang) dan hakarl (daging hiu yang difermentasi).
5. Soju = Korea Selatan dan Jepang

Soju, minuman Asia lainnya yang juga adalah hasil dari air beras yang difermentasi. Minuman ini mengandung alkohol kurang dari 35%, seperti yang ditetapkan oleh peraturan pemerintah setempat. Menurut kebiasaan, biasanya minuman ini dikonsumsi beramai-ramai dan Anda tidak boleh mengisi gelas Anda sendiri, harus ada orang lain yang menuangkannya untuk Anda. Saat Anda mulai meminumnya dari cawan Anda, Andapun harus menghabiskannya sampai tetes terakhir.

       B. Dampak Negatif
Konsumsi minuman beralkohol bagi wanita yang sedang hamil akan merusak sang jabang bayi. Penelitian yang dilakukan oleh Julie Croxfor dari Wayne State University School of Medicine di Detroit (AS) menunjukkan bahwa konsumsi itu akan berdampak pada kemampuan kognitif anak dikemudian hari.
Menurut Julie, selain masalah koginitif anak yang lahir dari seorang ibu yang mengkonsumsi minuman beralkohol saat hamil juga akan mengalami masalah dengan rendahnya perhatian dan reaksi.
"Implikasi yang tepat dari anak yang dikandung oleh seorang ibu dengan konsumsi minuman beralkohol akan membuat sejumlah masalah yang sangat kompleks,' tutur Julie Croxford.
"Hal yang membuat anak-anak akan mengalami tantangan yang lebih berat dalam interaksinya di sekolah.'
Hasil penelitian Julie Crocford dipublikasikan melalui `the journal Alcoholism: Clinical & Experimental Research` edisi Agustus.
Studi melibatkan 337 anak yang berusia 7.5 tahun yang memiliki catatan saat dikandung.
Anak-anak ini menghadapi tantangan yang besar karena proses kognitig yang sangat lambat serta bereaksi yang buruk.
Empat kemampuan kognitif pada anak-anak yang diteliti ini termasuk : scanning memory jangka pendek, rotasi mental, perbandingan jumlah dan proses perbedaan.
Mattwe J Burden yang menjadi rekan penelitian ini mengatakan bahwa anak-anak ini akan mengalami pemahaman yang lemah pada proses perhitungan.
Kemampuan dalam aritmatika misalnya merupakan sebuah jenis kemampuan bentuk verbal yang dipadukan dengan kemampuan kognitif.
Konsumsi alkohol selama kehamilan berlangsung sudah lama diketahui banyak menyebabkan dampak buruk seperti dampak fisik dan mental.
Wanita yang tetap mengkonsumsi alkohol (meski semakin hari semakin turun) selama hamil disarankan untuk mengurangi kebiasaan itu karena dampak yang terjadi pada janin sangatlah berarti


Selama ini dampak negatif dari konsumsi alkohol berlebih yang paling banyak diketahui orang adalah mabuk semata, dan itupun dapat hilang dengan sendirinya. Tapi ternyata efek negatif itu tidak berhenti sampai disitu saja.Tak sekedar menyebabkan mabuk, alkohol juga memiliki dampak negatif lain bagi tubuh.

Berikut ini adalah pengaruh buruk akohol bagi kesehatan yang mungkin belum anda ketahui sebelumnya:

· Mabuk: Konsumsi alkohol yang banyak dapat membuat mabuk dan menyebabkan korban mengalami sakit kepala, mual, muntah serta nyeri pada bagian tubuh tertentu.

· Berat badan naik: Karena pada umumnya minuman beralkohol memiliki kadar kalori dan gula yang tinggi.

· Tekanan darah tinggi: Alkohol merupakan pemicu tekanan darah.

· Sistem kekebalan tubuh menurun: Dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, maka tubuh anda akan mudah terserang infeksi.

· Kanker, penyakit jantung, gangguan pernafasan & gangguan hati: Semakin sering dan semakin banyak jumlah alkohol yang anda konsumsi, semakin besar pula resiko anda terjangkit kanker, penyakit jantung, gangguan pernafasan dan gangguan pada organ hati.

Mengonsumsi minuman beralkohol itu boleh-boleh saja, apalagi saat berkumpul dengan teman dan relasi. Tapi anda harus ingat: semua ada batasannya. Sayangilah tubuh anda.

Konsumsi minuman beralkohol sebanyak dua gelas atau lebih per hari dapat meningkatkan faktor risiko aneurisma aorta abdominal pada pria. Demikian laporan para ilmuan Harvard yang dimuat dalam American Journal of Epidemiology edisi April 2007.

Aneurisma aorta abdominal (AAA) terjadi ketika dinding aorta – pembuluh darah arteri terbesar dalam tubuh manusia yang mengalirkan darah ke jantung – meregang atau melemah ketika melewati abdomen (perut). Pompaan darah melalui arteri tersebut dapat menyebabkan dinding yang telah lemah menjadi melembung dan dapat pecah sehingga menyebabkan kematian pada sebagian besar pasien.

Dr. Daniel R. Wong dari Harvard School of Public Health di Boston melakukan analisa data kohort dari 39.000 pria ,termasuk 376 diantaranya yang baru didiagnosa menderita kasus AAA, pada tahun 1986 sampai 2002.

Setelah memperhitungkan berbagai faktor risikoyang lain, termasuk merokok dan tekanan darah tinggi, mereka menemukan kaitan langsung antara konsumsi alkohol dan diagnosa AAA. Hubungan tersebut bahkan lebih kuat ketika para peneliti memperoleh data konsumsi alkohol terbaru.

Ketika dibandingkan dengan mereka yang tidak minum alkohol, orang yang meminum alkohol sebanyak 2 gelas (30g) per hari mempunyai risiko AAA sebanyak 21 persen lebih tinggi.

Para peneliti mencatat bahwa dibandingkan dengan anggur dan bir, cairan alkohol (liquor) menunjukkan hubungan terkuat dengan AAA.

Ilmuan tersebut menyatakan,”Konsumsi alkohol ringan tidak menunjukkan bahaya maupun manfaat terhadap aneurisma.”

Dr. Wong mengatakan kepada Reuters Health bahwa hasil penemuan ini harus dipandang dalam konteks manfaat konsumsi alkohol terhadap risiko penyakit kardiovaskular yang ditemukan akhir-akhir ini dan diperlukan bukti-bukti lebih lanjut untuk mengkonfirmasikan kedua penemuan yang bertolak-belakang tersebut.

Ia menambahkan,” Namun demikian, hasil penelitian ini meningkatkan kewaspadaan dan merupakan peringatan terhadap konsumsi alkohol dalam jumlah yang lebih tinggi pada pria yang mungkin telah mengalami atau mempunyai risiko aneurisma aorta.”


C.     Tanda-tanda sederhana yang dapat dikenali jika kecanduan narkoba/miras

Bila kita menemukan ada teman kita dengan beberapa ciri di bawah ini, mungkin dia sedang kecanduan narkoba/miras:
  1. Perubahan perangai atau perilaku seperti: yang biasanya periang tiba-tiba menjadi pemurung, mudah tersinggung dan cepat marah tanpa alasan yang jelas.
  2. Sering menguap dan mengantuk, malas, melamun dan tidak mempedulikan kebersihan atau penampilan diri.
  3. Menjadi tidak disiplin, atau sering kabur, baik di rumah maupun di sekolah.
  4. Nilai rapor atau prestasi lainnya menurun.
  5. Bersembunyi di tempat-tempat gelap atau sepi agar tidak terlihat orang.
  6. Lebih memilih bergaul dengan orang-orang tertentu saja yang mempunyai ciri-ciri seperti tanda-tanda di atas.
  7. Mencuri apa saja milik orang tua atau saudara untuk membeli minuman atau obat-obatan terlarang.
  8. Sering cemas, mudah stress atau gelisah, sukar tidur.
  9. Pelupa, seperti orang bego atau pikun.
  10. Mata merah seperti mengantuk terus atau memakai kacamata hitam.

Seberapa parahkah penyebaran narkoba dan miras

Narkoba dan miras khususnya narkoba sudah sangat membahayakah kehidupan. Data statistik memperlihatkan jumlah pemakai narkoba dan miras cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Korban dari narkoba tidak lagi mengenal batasan umur dan status sosial ekonomi. Tua, muda bahkan anak yang baru menginjak remaja sudah banyak yang terjerat atau menjadi pemakai narkoba. Kebanyakan pecandu terdiri dari kaum remaja, baik mereka di kota maupun di desa, yang berasal dari keluarga kaya maupun miskin, berpendidikan tinggi maupun biasa-biasa saja